Kamis, 10 November 2011

Bajidor


Bajidor



Di daerah Karawang dan Subang, berkembang suatu pertunjukan kesenian Jaipongan yang disebut Bajidor, yang secara seloroh diasosiasikan dari akronim Barisan Jelema Doraka yang artinya ‘barisan orang berdosa’. Namun pengertian sebenarnya dari akronim ini adalah sekelompok penonton atau penggemar yang turut meramaikan suasana secara bersama serta ingin berpartisipasi dalam hiburan jaipongan. Mereka terdiri dari berbagai lapisan masyarakat yang memiliki latar belakang berbeda, seperti petani, bandar sayur, pedagang, tukang ojeg, camat, lurah, guru dan sebagainya.
Cermati peran anggota tim pagelaran ini, mulai dari “Jabanan” atau “Pamasak” yaitu kebiasaan memberi uang setelah selesai menari. Bagi Sinden dan Panjak dan para Wiyaga (penabuh gamelan), kedatangan para Bajidor yang berkantong tebal justru sangat menguntungkan. Bahkan di daerah Karawang dan Subang ada Sinden yang hanya bisa mendapat uang dari hasil jabanan sekitar ratusan ribu rupiah selama satu malam.
Pada pertunjukan Jaipongan di daerah Subang, Karawang dan Bekasi, keberadaan Sinden memegang peranan penting bagi kelangsungan pertunjukan tersebut. Karenanya selain menyanyi dan menari Sinden mempunyai jaringan yang sangat kuat dengan para Bajidor. Justru kehadiran Bajidor itulah yang menyemarakkan suasana arena pertunjukan Jaipongan. Melalui Bajidor, Sinden akan mengeruk uang, dan para penabuh termasuk penabuh kendang mendapat bagiannya masing-masing.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes